Jujur saja, ketika saya membaca sebuah konten, maka saya akan berharap dapat segera menyelesaikan kegiatan itu. Saya sangat ingin segera tiba di kalimat terakhir, atau saya langsung menuju kepada point dari sebuah konten. Kenapa begitu ?
Karena saya malas
Sejak malas itu menjadi kebiasaan yang buruk, orang lain memanfaatkan kebiasaan ini untuk menawarkan sebuah jasa. Laundry, calo, dan lain – lain adalah sebuah contoh kecil.
Jadi kenapa harus bercerita panjang lebar, jika saya akan mengajak kamu untuk sekedar menikmati tur / tamasya ?
Itulah pointnya. Orang malas membaca tulisan kamu, orang malas mendengar omongan kamu, dan orang akan lebih malas lagi ketika blog kamu sangat membosankan.
“Malas”, benar – benar akan meberikan mu sebuah ide dalam membuat konten blog kamu lain daripada yang lain.
No comments:
Post a Comment